action soon not nextime

‘sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota , tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama’ – roma 12:4.

Kita semua setiap detik – menit – jam – hari – bulan – tahun – bertahun – tahun tetap bergumul dengan masalah yang tertunda-tunda hingga terus bertambah. Isi dari masalah yang ditunda itu sesungguhnya hanya satu yang itu..itu.. juga. Kisahnya diawali dari seorang pejabat negara yang mendapat Beasiswa ke negara yang paling di benci untuk menyelesaikan DOKTOR untuk bidang yang dicita-cita-kan nya. Setiba dinegara yang dibenci tempat ia akan belajar ternyata diluar dari prediksinya bahwa kebenciannya selama waktu sebelum tiba dinegara itu berbeda karena ‘pelayanan’ semua warga sangatlah bersahabat dan sangat terbuka menolong tanpa pamrih , berbeda dengan di negaranya yang semua serba komersil sekalipun itu kewajibannya tetap saja harus ada sifat bisnisnya atau tidak ada yang geratis. Tetapi dinegara dimana ia belajar banyak orang yang mendapat subsidi bagi yang berwarga negara apabila menganggur yang akan dicicil bila sudah bekerja. Kepada pendatang yang telah mendapat ijin bekerja dapat menjadi loper koran atau jasa lain termasuk si pejabat untuk menambah biaya hidup dan tabungan selama dalam pendidikan 5 tahun dinegara asing yang terkenal liberal. Liberalnya negara yang dibenci ini ternyata ‘sangat tahu malu’ bila jahat kepada orang lain dan ‘sangat mengerti arti buruk’ bila bergosip – menghasut – menghina , sehingga si pejabat terbawa disiplin tinggi dari warga disitu yang sangat patuh pada hukum tercatat ‘bahwa tuhan dimana-mana dan orang dimana-mana’ seperti tercerna ‘kalau you katakan tidak ada orang -jadi- you siapa’ ? itulah disiplin yang terhibat yang dipelajari sipejabat yang pembenci negara itu.

Pelajaran 5 tahun sudah selesai dengan title DOKTOR made in Liberty. Kemudian si pejabat ingin menyampaikan ucapan maaf karena  membenci negara yang telah memberikan pendidikan yang lebih dari sekedar DOKTOR tetapi pendidikan menjadi manusia dan ucapan terima kasih tertulis maupun pidato yang dirancang sejak mempersiapkan tesis Doktor nya. Namun waktu yang diinginkan TIDAK TERJADI karena ia lupa memberikan permintaan maksudnya pada master ceremony sehingga ia merasa BERHUTANG’ terus hingga waktunya harus kembali ke negara si pejabat. (tertundanya ucapan kata dan tertulis tidak disampaikan segera ‘karena ragu-ragu’ dan ‘takut akan tanggapan ditertawakan’ yang datang dari pikirannya sendiri karena sudah tidak datang ke kampus melihat mendengar pembicaraan 5 tahun didengar). Baru dua hari ia merasakan sudah bersifat seperti sebelum jadi Doktor akibat dari MENUNDA-NUNDA TINDAKAN LUHUR sudah jadi Doktor.

Peraktis sipejabat selama 5 tahun menjadi murid-Tuhan mempelajari hukum ‘kehidupan-ekonomi-kerakyatan- saling menghidupi sesama manusia’ yang di mengerti betul oleh si pejabat karena NIAT nya menyampaikan maaf tertulis dan pidato terima kasih dengan sungguh-sungguh didalam hatinya.

Tetapi semua itu gagal karena ‘ke-ragu-ragu-an’ datang menguasai sipejabat sehingga ia kembali menjadi ‘sipejabat-lama’ ber-title Doktor made in liberty yang dibencinya dan kembali membencinya setelah sampai negaranya lagi. Demikian si pejabat apabila sendiri ia menangis mengapa ia harus membenci negara yang mengajarkan ia jadi manusia ?

lakukan sekarang sebelum  matahari terbenam – atau -  tertinda esok hari.

pmdts/240651

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.